• Agenda berikutnya :
  • 00hari
  • 00Jam
  • 00menit
  • 00Detik

Ma'rifatullah: Awal Dari Ketenangan Hidup

14 Jul 26

Ma'rifatullah: Awal Dari Ketenangan Hidup

MENGAPA banyak orang memiliki harta, jabatan, dan keluarga yang baik, tetapi tetap gelisah? Mengapa ada yang hidup serba cukup, namun hatinya selalu merasa kurang?Jawabannya bukan karena kurangnya dunia, tetapi karena kurangnya mengenal Allah (ma'rifatullah).

Hati manusia diciptakan oleh Allah. Karena itu, tidak ada yang mampu menenangkan hati selain Dia. Dunia hanya mampu menghibur sesaat, tetapi tidak dapat mengisi kekosongan jiwa. Sebab, kebutuhan terbesar manusia bukan sekadar makan, minum, atau tempat tinggal, melainkan mengenal Rabb yang menciptakannya. Allah Ta'ala berfirman:
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)

Namun, seseorang tidak akan mampu banyak mengingat Allah jika ia belum mengenal-Nya. Semakin dalam ma'rifatullah, semakin mudah lisan berzikir, semakin khusyuk shalatnya, dan semakin tenang hatinya menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Orang yang mengenal Allah yakin bahwa semua ketetapan-Nya pasti baik. Ia tidak mudah putus asa ketika kehilangan, tidak sombong ketika mendapatkan, dan tidak takut berlebihan terhadap masa depan. Ia percaya bahwa Rabb yang mengatur alam semesta juga sedang mengatur hidupnya dengan penuh hikmah.

Semakin seseorang mengenal Allah, semakin ia menyadari betapa luas kasih sayang-Nya, betapa sempurna kebijaksanaan-Nya, dan betapa besar nikmat yang selama ini ia terima. Dari situlah tumbuh mahabbatullah—cinta yang tulus kepada Allah. Allah Ta'ala berfirman:

"Maka ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu..." (QS. Muhammad: 19)

Perhatikanlah, Allah memulai dengan perintah "ketahuilah". Ilmu dan pengenalan kepada Allah didahulukan sebelum amal. Ini menunjukkan bahwa ma'rifatullah adalah fondasi keimanan.
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang memperoleh rasa aman dan mereka mendapat petunjuk."
(QS. Al-An'am: 82)

Perhatikan, Allah Ta’ala mengaitkan rasa aman dan petunjuk dengan kemurnian Tauhid. Semakin bersih Tauhid seseorang, semakin besar ketenangan yang akan Allah anugerahkan kepadanya. Dan tak mungkin seseorang bertauhid, jika ia tidak mengenal Allah.

Karena itu, jangan hanya sibuk mencari solusi untuk menenangkan pikiran, tetapi sibukkanlah diri untuk mengenal Allah lebih dalam. Pelajari nama-nama dan sifat-sifat-Nya, baca dan tadabburi ayat Al-Qur'an, perbanyak zikir, perbaiki shalat, dan jauhi maksiat. Semua itu akan menumbuhkan ma'rifatullah dalam hati.

Ketika hati telah mengenal Allah, ibadah tidak lagi terasa sebagai beban. Shalat menjadi kebutuhan, Al-Qur'an menjadi teman, doa menjadi tempat kembali, dan ketaatan menjadi sumber kebahagiaan.

Ketenangan sejati bukanlah ketika semua masalah selesai. Ketenangan sejati adalah ketika hati yakin bahwa Allah selalu bersama hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.
Maka, jika hari ini hati terasa sempit, jangan hanya bertanya, "Bagaimana masalah ini selesai?" Bertanyalah juga, "Sudah sejauh mana aku mengenal Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya?"
Sebab, ma'rifatullah adalah awal dari semua ketenangan. Semakin kita mengenal Allah, semakin kecil dunia di mata kita, dan semakin besar rasa percaya kepada kehendak-Nya.

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita hati yang mengenal-Nya, mencintai-Nya, dan merasakan ketenangan dalam setiap takdir yang Dia tetapkan.
"Semakin dalam mengenal Allah, semakin besar cinta kepada-Nya, dan semakin dekat jalan menuju surga-Nya."

By. Satria hadi lubis

  • Ust. Satria Hadi Lubis
  • Bagikan :

Tentang : Ust. Satria Hadi Lubis

Drs. H. Satria Hadi Lubis,.MM.MBA adalah penceramah, trainer dan penulis yang berfokus pada bidang life skills, ketahanan keluarga dan dakwah. Tulisannya tersebar di berbagai media sosial, di antaranya sudah dibukukan dalam 17 buah buku. Beberapa judul bukunya : Breaking The Time, Burn Your Self, Menjadi Murobbi Sukses dan Menggairahkan Perjalanan Halaqoh.

Satria Hadi Lubis telah berbicara di berbagai tempat dan organisasi dengan lebih dari 25.000 jam untuk membangkitkan motivasi hidup, meningkatkan harmonisasi keluarga dan produktivitas dakwah. Pernah juga muncul di LA TV (sekarang TV ONE) sebagai pengasuh dan pengisi acara tetap kuliah subuh.

Beliau juga pernah dua kali mengikuti pendidikan S3 walau tidak sampai lulus. Dan saat ini menjadi dosen di PKN STAN semenjak tahun 1998.

Sekarang ini beliau dikarunia 8 orang anak (4 putra, 4 putri) dan seorang istri bernama, Kingkin Anida. Tinggal di Serpong, Tangerang Selatan.

Satria Hadi Lubis dapat dihubungi di nomor HP : 0813-16444034. Fb : Satria Hadi Lubis.